INFORMASI LENGKAP TENTANG PROVINSI BALI
A.GEOGRAFI BALI
Bali adalah salah satu provinsi di Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya adalah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 253 km dan selebar 112 km, sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Terletak pada posisi titik koordinat 08°03'40" - 08°50'48"LS dan 114°25'53" - 115°42'40"BT. Luas wilayah Provinsi Bali secara keseluruhan adalah 5.636,66 km2 atau 0,29 persen dari luas kepulauan Indonesia.
Secara geografis Provinsi Bali terletak pada 8°3'40" - 8°50'48" Lintang Selatan dan 114°25'53" - 115°42'40" Bujur Timur. Relief dan topografi Pulau Bali di tengah-tengah terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur. Provinsi Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Batas administrasi wilayah fisiknya adalah sebagai berikut:
•
Utara : Laut Bali
• Timur : Selat Lombok (Provinsi Nusa Tenggara Barat)
• Selatan : Samudera Indonesia
• Barat : Selat Bali (Propinsi Jawa Timur)
B. LUAS DAN BATAS WILAYAH
-Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia . Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 8 kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan.
-Batas wilayah
|
Utara |
Laut Bali |
|
Timur |
Selat Lombok,Provinsi Nusa Tenggara Barat |
|
Selatan |
Samudera India |
|
Barat |
Selat Bali, Provinsi jawa barat |
Luas seluruh wilayah Provinsi Bali mencapai 5.780,06 km persegi. Hingga 2017 lalu, sesuai data di laman Pemprov Bali, jumlah penduduk provinsi ini sebanyak 4.230.051 jiwa. Baca selengkapnya di artikel "Kondisi Geografis Pulau Bali Berdasarkan Peta: Luas, Batas, Daratan", https://tirto.id/guinLuas seluruh wilayah Provinsi Bali mencapai 5.780,06 km persegi. Hingga 2017 lalu, sesuai data di laman Pemprov Bali, jumlah penduduk provinsi ini sebanyak 4.230.051 jiwa. Baca selengkapnya di artikel "Kondisi Geografis Pulau Bali Berdasarkan Peta: Luas, Batas, Daratan", https://tirto.id/guin Luas seluruh wilayah Provinsi Bali mencapai 5.780,06 km persegi. Hingga 2017 lalu, sesuai data di laman Pemprov Bali, jumlah penduduk provinsi ini sebanyak 4.230.051 jiwa. Baca selengkapnya di artikel "Kondisi Geografis Pulau Bali Berdasarkan Peta: Luas, Batas, Daratan", https://tirto.id/guin
C.SEJARAH
Luas seluruh wilayah Provinsi
Bali mencapai 5.780,06 km persegi. Hingga 2017 lalu, sesuai data di laman
Pemprov Bali, jumlah penduduk provinsi ini sebanyak 4.230.051 jiwa.
Baca selengkapnya di artikel "Kondisi Geografis Pulau Bali Berdasarkan
Peta: Luas, Batas, Daratan", https://tirto.id/guin
Jepang menduduki Bali selama perang dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali 'pejuang kemerdekaan'. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.
Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali Tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.
Pada tahun 1946, Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah provinsi dari Republik Indonesia.
Letusan Gunung Agung yang terjadi pada tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali berstransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, Bali dan banyak daerah lainnya, terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan partai komunitas indonesia Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian pada masa awal orde baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.
Serangan teroris telah terjadi pada 12 oktober 2002, berupa serangan bom Bali 2002 di kawasan pariwisatapantai kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan boom bami 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.
D.DEMOGRAFI
Jumlah penduduk Provinsi Bali adalah 4.317.404 juta jiwa (Sensus Penduduk 2020), dengan laju pertumbuhan penduduk 1,01 persen. Angka harapan hidup mencapai 72,13 dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 75,50 (tahun 2020).
E.AGAMA DAN SUKU BANGSA
-Agama
Berdasarkan data Badan pusat statistik (BPS) provinsi Bali tahun 2021, penduduk Bali berjumlah 4.317.404 jiwa (2020) dengan mayoritas etnis Bali Data Kementrian Agama mencatat bahwa 86,91% warga provinsi Bali menganut agama hindu. Agama lainnya adalah islam (10,05%), kristen protestan (1,56%),katolik (0,79%),budha (0,68%),konghucu (0,01%), dan Kepercayaan (kurang dari 0,01%).
Masyarakat suku Bali umumnya beragama hindu. Sementara penduduk jawa,sunda, sasak ,melayu, umumnya beragama islam, dan beberapa orang asli suku Bali juga ada yang memeluk agama islam Sementara pemeluk agama kristen umumnya berasal dari penduduk nusa tenggara timur kemudian papua suku batak, minahasa, tionghoa. Dan ada juga satu desa yakni desa blimbing sari di kecamatan melayu jembrana tidak jauh dari pelabuhan gilimanuk, sebuah desa Kristen dimana warganya adalah asli suku Bali, bahkan gerejanya bentuknya mirip Pura.
-suku bangsa
Mayoritas penduduk yang mendiami provinsi Bali adalah suku asli setempat, yakni bali. Suku Bali memiliki kekayaan budaya yang dikenal dunia, sehingga Bali menjadi tujuan utama wisatawan asing ke indonesia Selain kekayaan pantai, budaya yang diminati di Bali adalah tari-tariannya, seperti tari kecak, festival sepertiongoh-ongoh dan lainnya. Suku terbanyak dari luar suku Bali adalah suku jawa.
Berdasarkan data dari sensus penduduk indonesia 2010 . berikut ini komposisi etnis atau suku bangsa di provinsi Bali:
1.suku bali

Seperti nama pulaunya, Suku Bali adalah suku yang menjadi mayoritas penduduk Pulau Bali. Kurang lebih terdapat 3,9 juta Suku Bali di Indonesia. Dimana, Suku Bali juga menyebut diri mereka Wong Bali, Krama Bali, atau Anak Bali.
Suku Bali terkenal dengan budayanya yang beraneka ragam, diantaranya seni tari, pertunjukan, serta ukir. Bahkan, dapat dikatakan bahwa Orang Bali semuanya adalah seniman. Karena, terlepas dari kegiatan sehari – hari, mereka tetap berkarya sebagai seniman, ada yang menari, melukis, menyanyi, memahat, dan tentu bermain lakon.
Selain itu, banyak sekali upacara – upacara adat yang kerap kali dilakukan oleh Suku Bali. Seperti piodalan, metatah, upacara pernikahan, ngaben, melasti, dan banyak lagi. Dimana, setiap acara ini selalu dihiasi dengan unsur budaya, salah satunya adalah gamelan. Yang menjadi alat musik vital bagi Suku Bali.
Orang Bali adalah penganut agama Hindu. Dimana, sebanyakan kurang lebih 3,2 juta umat Hindu di Indonesia tinggal di Bali. Dan sebagian besar menganut aliran Siwa – Buddha, jadi berbeda dengan ajaran Hindu di India. Sementara bahasa yang digunakan untuk komunikasi sehari – hari adalah Bahasa Bali.
2.suku nyama selam

Suku asli yang mendiami Pulau Bali tidak hanya Suku Bali, tapi ada juga suku Nyama Selam. Suku Nyama Selam adalah suku yang menganut agama Islam, namun menjalankan tradisi kebudayaan Bali dalam kehidupan sehari – harinya. “Nyama” memiliki arti “saudara”, sementara “Selam” memiliki arti “Islam”.
Berdampingan dengan Suku Bali tidak membuat Suku Nyama Selam merasa berbeda. Bahkan, mereka hidup berdampingan dengan rukun meski berbeda kepercayaan. Antara Suku Nyama Selam dan Suku Bali pun memiliki tradisi unik bernama Ngejot. Ngejot adalah saling membantu dan berbagi makanan saat hari raya tiba. Suku Nyama Selam melakukan Ngejot saat Hari Raya Idul Fitri. Sementara Suku Bali melakukan Ngejot saat Nyepi, Galungan, dan Kuningan.
Tradisi Ngejot biasanya disusul dengan tradisi megibung. Yang mana, megibung adalah tradisi makan bergaya banjar, dimana orang – orang akan menikmati makanan dalam satu wadah secara bersama – sama. Di desa – desa muslim, megibung dilakukan di masjid. Selain digelar saat hari raya keagamaan, megibung juga digelar saat Ramadhan. Bahkan di Denpasar, megibung dilakuka selama tiga kali setiap 10 hari puasa. Dimana Suku Nyama Selam, umat Hindu Suku Bali, hingga pendatang, turut ikut dalam acara makan bersama ini.
Keberadaan Suku Nyama Selam dimulai di Desa Pagayaman yang ada di Kabupaten Buleleng. Di sini, sejak zaman dahulu telah dihuni oleh komunitas Muslim. Kebudayaan yang dimiliki menampilkan campuran budaya Bali, Jawa, dan Bugis. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi sehari – hari pun menggunakan Bahasa Bali.
Budaya dan tradisi yang dilakukan oleh Suku Nyama Selam tidak banyak berbeda dari Suku Bali. Yang membedakan hanya rumah ibadah, bahkan kehidupan sehari – harinya pun sama seperti Suku Bali. Suku Nyama Selam pun melakukan sistem pemberian nama layaknya Suku Bali, dengan menyematkan nama lokal seperti Kadek, Putu, dan lainnya, yang dipadukan dengan nama bernuansa Islam.
Akulturasi budaya Hindu dan Islam juga tercermin dalam aspek kesenian Suku Nyama Selam. Salah satunya dalah Tari Rudat, yaitu tarian nuansa Bali dengan kombinasi budaya Timur Tengah. Dimana, tarian ini menggunakan alat musik rebana sebagai musik pengiringnya.
F.EKONOMI
Tiga dekade lalu, perekonomian Bali sebagian besar mengandalkan dan berbasis pada pertanian baik dari segi output dan kesempatan kerja. Sekarang, industri pariwisata menjadi objek pendapatan terbesar bagi Bali. Hasilnya, Bali menjadi salah satu daerah terkaya di Indonesia. Pada tahun 2003, sekitar 80% perekonomian Bali bergantung pada industri pariwisata. Pada akhir Juni 2011, non-performing loan dari semua bank di Bali adalah 2,23%, lebih rendah dari rata-rata non-performing loan industri perbankan Indonesia (sekitar 5%). Ekonomi, bagaimanapun menderita secara signifikan sebagai akibat dari bom bali pandem bom bali 2002 dan bom bali 2005. Industri pariwisata sendiri telah pulih dari akibat peristiwa ini. Pasca terjadinyapandemi covid-19 akhir tahun 2019, perekonomian Bali yang didominasi sektor Pariwisata, mengalami penurunan. Akan tetapi, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian di provinsi Bali.
Pertanian merupakan mata pencarian pokok masyarakat dan sebagian besar masyarakat bali adalah petani. Jenis pertanian meliputi pertanian sawah dan perkebunan bahkan sawah yang teraresing disana menjadi lokasi wisata yang unik dan warisan duni.
Didalam sistem pertanian di bali subak memegang peranan yang sangat penting. Saat ini di Bali terdapat sekitar 1.482 subak dan subak abian sekitar 698.
Subah merupakan salah satu lembaga tradisional yang merupakan satu kesatuan para pemilik atau penggarap sawah yang menerima air irigasi dari satu sumber air atau bendungan tertentu. Subak merupakan satu kesatuan ekonomi, sosial dan keagamaan.
Tugas warga subak pada umumnya adalah mengatur pembagian air, memelihara dan memperbaiki sarana irigasi, melakukan pembrantasan hama, melakukan inovasi pertanian dan mengkosepsikan serta mengaktifkan upacara.
G.PEMERINTAHAN
Gubernur menjadi pejabat tertinggi di pemerintahan provinsi Bali. Gubernur Bali bertanggungjawab atas wilayah provinsi Bali. Saat ini, gubernur atau kepala daerah yang menjabat di provinsi Bali ialah I Wayan Koster, didampingi wakil gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau sering disapa Cok Ace. Mereka menang pada Pemilihan umum Gubernur Bali 2018. Wayan Koster merupakan gubernur Bali yang ke-9, sejak provinsi ini dibentuk menjadi provinsi Bali tahun 1959. Koster dan Cok Ace dilantik oleh presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Istana Negara Jakarta pada 5 September 2018, untuk masa jabatan 2018-2023.
DPRD Bali beranggotakan 55 orang yang dipilih melalui pemilihan
umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Bali terdiri dari 1 Ketua dan
3 Wakil Ketua yang berasal dari partai
politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Bali yang
sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu
2019 yang dilantik pada 2 September2019 oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar,
Ida Bagus Djagra, di Gedung DPRD Provinsi Bali. Komposisi anggota DPRD Bali
periode 2019-2024 terdiri dari 7 partai
politik dimana PDI Perjuangan adalah partai
politik pemilik kursi terbanyak yaitu masing-masing 33 kursi.[13][14] Pada Pemilu
2014, DPRD Bali menempatkan 55 orang wakilnya yang tersebar di beberapa
fraksi, dengan perolehan suara terbanyak diraih oleh Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan.[15][16][17] Berikut
ini adalah komposisi anggota DPRD Bali dalam tiga periode terakhir.
Dewan Perwakilan Daerah
Empat anggota DPD (2019-2024) dari Provinsi Bali adalah;
- Shri I.G.N. Arya Wedakarna M Wedasteraputra S
- I Made Mangku Pastika
- Anak Agung Gde Agung
- Bambang Santoso
Berdasarkan hasil Pemilihan Umum Legislatif 2019, Bali mengirimkan sembilan anggota DPR ke DPR RI. Pada tingkat provinsi, DPRD Bali dengan 55 kursi tersedia dikuasai oleh PDI-P dengan 33 kursi, disusul Partai Golkar dengan 8 kursi, dan Partai Gerindra dengan 6 kursi.
H.PARIWISATA
Bali adalah primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alam, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Industri pariwisata berpusat di Bali Selatan dan di beberapa daerah lainnya. Lokasi wisata yang utama adalah Kuta dan sekitarnya seperti Legian dan Seminyak, daerah timur kota seperti Sanur, pusat kota seperti Ubud, dan di daerah selatan seperti Jimbaran, Nusa Dua dan Pecatu.[32]
Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak sekali tempat wisata menarik, antara lain,pantai kuta ,Pura Tanah Lot, Pantai Padang–Padang, Danau Beratan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Lovina dengan Lumba Lumbanya, Pura Besakih, Uluwatu, Ubud, Munduk, Kintamani, Amed, Tulamben, Pulau Menjangan dan masih banyak yang lainnya. Kini, Bali juga memiliki beberapa pusat wisata yang sarat edukasi untuk anak-anak seperti kebun binatang, museum tiga dimensi, taman bermain air, dan tempat penangkaran kura-kura.
1.Pantai kuta
Pantai Kuta Bali, terletak di sebelah selatan pulau dewata, dengan pemandangan laut samudra Hindia. Selain itu, tempat wisata Kuta adalah salah satu tempat wisata menarik di Bali yang menjadi tujuan utama wisatawan liburan ke pulau Bali.
Pantai pasir putih ini sangat tekenal dan menjadi andalan pulau Bali, sebagai tempat wisata pantai, sejak tahun 70-an. Tempat wisata Kuta Bali khususnya area pantai, sampai saat ini masih menjadi daya tarik utama wisatawan liburan ke pulau Bali. Terutama wisatawan muda yang berasal dari Australia dan wisatawan Indonesia.
Sebelum terkenal menjadi tempat wisata pantai, dulunya area Kuta Bali adalah perkampungan nelayan tradisional. Namun kini telah berubah menjadi tempat pertemuan wisatawan dari berbagai negara. Selain itu, pantai Kuta dulunya adalah pelabuhan dagang dan banyak pedagang dari luar Bali melakukan transaksi dagang di sini.
Pada abad ke 19, seorang pedagang yang berasal dari Denmark bernama Mads Lange, mendirikan tempat perdagangan di dekat area Kuta Beach. Karena kepandaiannya dalam bertransaksi dan negosiasi dagang, Mads Lange terkenal di kalangan raja-raja Bali.
2.Pura Tanah Lot
Tanah Lot salah satu pura penting bagi umat Hindu Bali dan lokasi pura terletak di atas batu besar yang berada di lepas pantai. Pura Tanah Lot merupakan ikon pariwisata pulau Bali. Selain itu salah satu obyek wisata terkenal di pulau Bali yang wajib di kunjungi. Karena saking terkenalnya tempat wisata di Bali ini, maka hampir setiap hari, objek wisata ini selalu ramai dengan kunjungan wisatawan.
3.Pura Besakih
![]()
Pura Besakih (aksara Bali: ᬧᬸá¬á¬©ᭂᬲᬓᬶᬄ) adalah sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Di Pura Basukian, di areal inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali, sebagai pusatnya. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di komplek Pura Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 pelinggih utama yang disebut Padma Tiga simbol stana dari Tri Purusha yaitu Siwa, Sada Siwa dan Parama Siwa. Tri Purusha adalah tiga tingkat Kesadaran Rohani.
I.KEBUDAYAAN
Rumah Adat
Bangunan khas Bali
Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan).
Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan dan parahyangan. Untuk itu pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut Tri Hita Karana. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.
Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.
Musik
Seperangkat gamelan Bali.
Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan, misalnya gamelan jegog, gamelan gong gede(gamelan jawa kuno), gamelan gambang, gamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.
Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.
Tari
Pertunjukan Tari Kecak.
![]()
2.000 peserta Tari Tenun, pada acara Petitenget Festival, di pantai Petitenget, 16 September 2018
Seni tari Bali pada umumnya dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.[33]
Pakar seni tari Bali I Made Bandem[34] pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged serta berbagai koreografi tari modern lainnya.
Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak dan Tari Pendet. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sang Hyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.
Tarian wali
- Sang Hyang Dedari
- Sang Hyang Jaran
- Tari Rejang
- Tari Baris
Tarian bebali
Tarian balih-balihan
Pakaian daerah
Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.
Pria
Anak-anak Ubud mengenakan udeng, kemeja putih dan kain.
Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:
- Udeng (ikat kepala)
- Kain kampuh
- Umpal (selendang pengikat)
- Kain wastra (kemben)
- Sabuk
- Keris
- Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.
Wanita
Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada.
Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:
- Gelung (sanggul)
- Sesenteng (kemben songket)
- Kain wastra
- Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
- Selendang songket bahu ke bawah
- Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
- Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.
J.TOKOH TERKENAL
1. Kolonel TNI Anm.I Gusti Ngurah Rai
Tokoh pahlawan nasional dari Bali yang paling terkenal ini berasal dari Badung, Bali. Beliau memimpin pasukan bernama ‘Ciung Wanara’ yang bertempur di Puputan Margarana, yang berarti pertempuran habis – habisan di Marga, sebuah desa ibukota Kecamatan di pelosok Tabanan, Bali. Beliau lahir di desa Carangsari, 30 Januari 1917 dan wafat di Marga, Tabanan pada 20 November 1946 pada usia 29 tahun. Namanya diabadikan sebagai nama bandar udara di Bali yaitu Bandara Ngurah Rai, mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra dan kenaikan pangkat menjadi Brigjen TNI Anumerta, juga dibuatkan nisan di kompleks Monumen de Kleine Sunda Ellanden, Candi Marga, Tabanan bersama 1372 anggota pejuang Marjas Besar Oemoem (MBO) Dewan Perjuangan RI Sunda Kecil (DPRI SK).
2. I Gusti Ketut Jelantik
Pahlawan nasional dari Bali berikut ini berasal dari Karangasem dan merupakan seorang patih dari Kerajaan Buleleng yang terlibat dalam Perang Jagaraga di Bali pada tahun 1849. Awal perang dari keinginan pemerintah Belanda untuk menghapuskan hak tawan karang yang berlaku di Bali. Hak tawan karang adalah hak bagi para raja yang berkuasa di Bali untuk mengambil kapal yang kandas di perairan wilayahnya beserta seluruh isinya. Perang dengan Belanda berakhir sebagai perang puputan hingga seluruh anggota kerajaan bertarung mencapai titik darah penghabisan. Ketut Jelantik pada akhirnya harus mundur sampai ke Gunung Batur, Kintamani dan gugur disana. Ketahui juga mengenai sejarah museum bajra sandhi bali, museum di ubud dan sejarah museum geopark batur.
3. Mr. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Bertanggal lahir di Gianyar, Bali 24 Juli 1921, beliau adalah ahli sejarah dan politik Indonesia dan Raja Gianyar, menggantikan sang ayah yang bernama Anak Agung Ngurah Agung. Ia juga menjadi Menteri Masalah – masalah Kemasyarakatan pada Kabinet Persatuan Nasional. Meraih pendidikan Sarjana Strata 1 di Jakarta dan gelar doktor di Universitas Utrecht Belanda di bidang sejarah, pernah menjabat juga sebagai Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri di pemerintahan Presiden Soekarno. Selain itu juga pernah menjabat sebagai Dubes RI untuk Belgia pada 1951, Portugal, Perancis pada 1953 dan Austria. Meninggal pada usia 77 tahun tanggal 22 April 1999.
4. Untung Surapati
Untung
Surapati adalah rakyat jelata yang lahir pada tahun 1660, ia juga seorang budak
VOC. Ia ditemukan oleh Kapten van Beber seorang perwira VOC lalu dijual kepada
Perwira Moor di Batavia. Nama Untung didapatkannya karena sang perwira selalu
mendapatkan keberuntungan jika bersamanya. Ketika berusia 20 tahun ia menjalin
hubungan dengan putri sang perwira bernama Suzane sehingga dimasukkan penjara.
Untung kemudian mengumpulkan para tahanan dan kabur hingga menjadi buronan.
Ia ditemukan oleh Kapten Ruys dan ditawarkan untuk menjadi tentara VOC. Ia kemudian bertemu dengan Pangeran Purbaya, dan menghancurkan pasukan yang memperlakukan Pangeran dengan kasar. Ia juga menghancurkan pasukan Jacob Couper sehingga kembali menjadi buronan dan berkelahi dengan Raden Surapati, anak angkat Sultan Cirebon. Surapati terbukti bersalah dan dihukum mati, sehingga namanya diserahkan kepada Untung oleh Sultan Cirebon. Ia tewas pada 17 Oktober 1706 ketika terjadi pertempuran di Benteng Bangil.
5. I Gusti Ngurah Made Agung
Pahlawan nasional dari Bali ini hidup antara rentang waktu 1876-1906. Ia adalah Raja di Puri Agung Denpasar yang pantang menyerah berjuang melawan Belanda. Beliau naik tahta pada 1902 sebagai Raja ke VII Kerajaan Badung di Denpasar, Bali dan seorang sastrawan yang karya – karyanya digunakan untuk membangkitkan semangat rakyat untuk menentang kekuasaan Hindia Belanda di Bali. Ia memimpin perang melawan Belanda pada tanggal 20 September 1906 dan gugur dalam medan peperangan yang dikenal dengan nama Puputan Badung, dan sekarang menjadi pahlawan nasional dari Bali ke 5.
K.PERGURUAN TINGGI DAN PENDIDIKAN
Politeknik Pariwisata Bali adalah perguruan tinggi negeri kedinasan di Bali, Indonesia, yang berdiri pada tahun 1978. Pemilik dan penanggung jawab perguruan tinggi ini adalah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Hingga kini, Politeknik Pariwisata Bali sudah meluluskan lebih dari 4.000 tenaga ahli kepariwisataan. Banyak mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali sudah dikontrak oleh hotel, biro wisata, dan lembaga kepariwisataan sebelum menyelesaikan pendidikan D-2, D-3, D-4, dan S-1. Politeknik Pariwisata Bali juga membuka program kelas sore untuk program D2, D3, dan D4 berjenjang. .
Jurusan
- Jurusan Kepariwisataan, dengan program studi:
- Diploma IV (D-4) Manajemen Kepariwisataan (MKP)
- Jurusan Hospitaliti, dengan program studi:
- Diploma IV (D-4) Administrasi Perhotelan (ADH)
- Diploma IV (D-4) Manajemen Akuntansi Hospitaliti (MAH)
- Diploma III (D-3) Manajemen Divisi Kamar (MDK)
- Diploma III (D-3) Manajemen Tata Hidangan (MTH)
- Diploma III (D-3) Manajemen Tata Boga (MTB)
- Jurusan Perjalanan, dengan program studi:
- Diploma IV (D-4) Manajemen Bisnis Perjalanan (MBP)
- Diploma IV (D-4) Manajemen Konvensi dan Perhelatan (MKH)
![]()




.png)

.png)
.png)
.png)